| |
Pasca Ketidaklulusan
Oleh: Rofiq Rahman
DIBERITAKAN sebanyak 14.324 siswa SMA/MA/SMK di Jawa Barat harus mengulang UN, karena skor mereka tidak memenuhi syarat. Data yang diterima dari Dinas Pendidikan Jawa Barat menyebutkan, siswa yang mengulang UN di Jawa Barat tersebut terdiri atas 8.895 siswa SMK, 4.478 siswa SMA, dan 951 siswa MA. Ujian nasional ulangan SMA/SMK/MA akan dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia pada 10-14 Mei 2010 (Pikiran Rakyat, 27 April 2010).
Sementara itu, peserta lain yang telah dinyatakan lulus UN meluapkan kegembiraannya dengan berbagai ekspresi, di antaranya dengan cara mencorat-coret baju seragam dengan cat semprot, melakukan konvoi di jalanan, dan ada juga yang mengekspresikannya dengan cara yang lebih positif, yaitu dengan cara mengadakan syukuran, baik di rumah maupun di sekolah, mengumpulkan bekas baju seragam mereka untuk disumbangkan kepada yang membutuhkan, juga ekspresi-ekspresi positif lainnya.
Di lain pihak, suasana yang terjadi justru sebaliknya, tidak ada kegembiraan, tidak ada gelak tawa, tidak ada ekspresi corat-coret baju dan konvoi kendaraan di jalanan seperti yang ditunjukkan oleh teman-temannya yang lain. Yang ada justru raut-raut muka yang dibalut dengan kesedihan, kekecewaan, marah, dan tentunya dibarengi dengan linangan air mata. Mereka adalah sosok-sosok yang dinyatakan tidak lulus UN tanggal 26 April kemarin.
Dan, semua itu adalah ending dari semua tahapan UN tingkat SMA dan sederajat yang diselenggarakan oleh pemerintah sebulan yang lalu. Siswa-siswi yang lulus, tentunya sudah mulai ancang-ancang berencana. Ke perguruan tinggi manakah mereka akan melanjutkan pendidikannya? Ke institusi mana mereka akan mencari pekerjaan? Atau pertanyaan-pertanyaan lain seputar apa yang akan mereka lakukan setelah mereka dinyatakan lulus. Tentunya, rencana-rencana tersebut belum akan dilakukan oleh siswa-siswi yang dinyatakan tidak lulus UN. Mereka terlebih dahulu harus menunggu kesempatan untuk mengikuti UN ulangan bulan Mei mendatang.
Bukan akhir
Ketidaklulusan siswa-siswi khususnya di Jawa Barat yang diumumkan hari Senin lalu, tentunya bukan akhir dari segalanya. Masih ada kesempatan bagi mereka untuk lulus UN dengan mengikuti UN ulangan pada 10-14 Mei. Serta ujian persamaan bagi yang belum juga lulus dari UN ulangan.
Sejatinya, UN yang diselenggarakan pemerintah kemarin adalah untuk mengukur seberapa jauh penguasaan siswa terhadap pengetahuan dan keterampilan yang diajarkan kepada mereka selama tiga tahun mengikuti proses pembelajaran di sekolah masing-masing. Dan sejatinya juga, bahwa kegagalan mereka (tidak lulus UN) bukan semata-mata seratus persen adalah kesalahan dan kegagalan siswa. Ada pihak-pihak lain yang secara langsung maupun tidak langsung memberikan kontribusi terhadap kegagalan mereka. Satu di antaranya adalah guru dan pihak sekolah.
Beri mereka motivasi, bangkitkan kepercayaan dirinya, dan yakinkan kepada mereka bahwa masih ada kesempatan! (Penulis, pemerhati dan praktisi pendidikan, tinggal di Soreang, Kab. Bandung)**